Take it or Leave it

Take it or leave itKemarin setelah saya memberikan training Positive Mental Attitude untuk 30 orang karyawan salah satu perusahaan retail di Jakarta, ada seorang yang datang dan menghampiri saya hanya untuk menanyakan “Pak Key,  akhir bulan ini saya memutuskan untuk sudah tidak bekerja di perusahaan ini lagi, tapi sebenarnya saya bingung apakah keputusan saya ini sudah tepat atau belum, karena belum ada tempat kerja baru dan saya keluar karena perusahaan ini tidak seideal yang saya harapkan”. Sayapun heran, dan kemudian saya tanya kembali, “apakah ada orang yang mendesak agar bpk keluar dari perusahaan ini…?” kemudian dia menjawab “tidak ada pak, sebenarnya sayapun masih ragu, tapi apa mau dikata surat resign sudah di tandatangani” lalu saya menjawab…“pak, saya tidak pernah tau apa yang telah terjadi dalam kehidupan bapak kemarin, dan saya tidak pernah tau juga apa yang akan terjadi pada kehidupan bapak yang akan datang karena saya bukan peramal..(hehehe…), yang saya tau hanyalah kehidupan bapak di hari ini karena hari ini bapak ikut training bersama saya”.

Terkadang bertanya tentang keputusan apa yang akan kita ambil ke orang lain yang tidak berdampak langsung dengan keputusan kita, hanya akan membuat kita semakin galau atau hanya menambah keraguan dalam diri kita. Bisa jadi saat ini ada diantara kita yang sedang ragu menentukan karirnya atau pekerjaannya , ragu menentukan pilihan jodohnya, ragu menentukan sekolahnya, atau mungkin ragu menentukan kemana uangnya akan dibelanjakan. Ada satu keadaan dimana kita di benturkan oleh beberapa pilihan dan sulit rasanya untuk memilih, hal itu dikarenakan semua pilihan kita anggap baik. Jika ada salah satu dari pilihan itu yang kita anggap buruk tentu mudah saja menentukannya,tinggal ambil saja yang baik. Tentu yang baik itu akan relatif antara 1 orang dengan yang lainnya.

Sahabat yg baik kesempatan tidak datang dua kali,itu kata pepatah zaman dahulu kala, yah pepatah itu betul jika kita tidak mencari kesempatan berikutnya. Kesempatan sebenarnya pilihan antara “ambil atau tinggalkan” “take it or leave it” tergantung mana yang kita pilih menjadi keputusan. Apapun keputusan yang kita ambil sangat menentukan kehidupan kita dihari yang akan datang.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah :

1. Resiko keputusan yang diambil
Pahami resiko dari setiap keputusan, seorang yang bijak dalam mengambil keputusan harus tau betul apa resiko yang akan terjadi untuk dirinya dan untuk orang lain maupun untuk keluarganya. Kemudian setelah kita mengambil keputusan kitapun harus bertanggungjawab terhadap apa yang telah kita tetapkan tanpa sebuah penyesalan atau keluhan.

2. Minta Pertimbangan
Minta pertimbangan dari orang yang berdampak langsung dengan keputusan itu. Seringkali kita justru malah meminta pertimbangan dari orang yang tidak tau kehidupan kita dan tidak berdampak apapun dari keputusan yang kita ambil. sehingga membuat kita semakin galau dalam menentukan pilihan.

3.Manfaat bagi orang banyak
Terkadang kita sering mengambil keputusan hanya untuk kepentingan pribadi, atau ego pribadi, dan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri. Maka ambilah keputusan berdasarkan kepentingan orang banyak atau kepentingan tim. sehingga apapun keputusan kita pasti didukung oleh orang banyak ataupun anggota didalam tim itu.

4.Mintalah petunjuk dari Yang Maha Kuasa
Mintalah petunjuk dari yang Maha Kuasa agar mendapatkan keputusan yang tepat, karena sesungguhnya pengetahuan manusia itu terbatas, ruang dan waktu. Sehebat apapun prediksi manusia tidak akan terjadi jika Yang Maha Kuasa tidak menghendaki, maka mintalah kepada Nya petunjuk yang sesuai dengan kehendak Nya bukan kehendak kita.

5.Take Action
Ya, ambil tindakan setelah kita menentukan keputusan, banyak orang yang hanya bias mengambil keputusan teteapi tidak mau mengambil tindakan. Sehingga terkadang keputusan kita hanya sebatas angan angan.

So…ambil keputusan sekarang, jangan sampai waktu yang menentukan keputusan kita.

Salam Kaizen (Continuous Improvement)

Let’s make improvement

Inspired By :

Key Rifdan Anshori 
Independent Trainer Kaizen Indonesia
People Improvement from Indonesia

None found.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose