Love & Peace

Love & Peace

Love & PeaceAda 2 kata yang mudah untuk di ucapkan tapi tidak gampang untuk merealisasikan . Saat saya menyampaikan materi training Communication Skill saya bertanya pada peserta tentang 2 kata tersebut yaitu Cinta & Damai (Love & Peace). Banyak orang yang tiba-tiba bingung untuk mendefenisikannya, banyak juga yang tidak tau apa artinya. Beberapa orang menjawab cinta itu pengorbanan, tanpa adanya pengorbanan maka tidak akan ada cinta, dan damai itu adalah bersahabat, tidak bermusuhan. Bayangkan jika kita menjawab pertanyaan tentang defenisi Cinta & Damai saja tidak bisa apakah mungkin bisa kita realisasikan cinta dan damai itu dalam kehidupan sehari-hari kita. Maka tidak heran bila kita melihat pemandangan perceraian rumah tangga, mulai dari artis, pengacara, bahkan  ustadz sekalipun padahal jelas mereka  adalah public figure dan celakanya lagi mediapun ikut menyebarkan beritanya, juga bisa kita lihat lagi hanya karena dendam, seseorang membunuh dan menganiaya orang yang tak bersalah. Hal tersebut baru contoh kecil, belum lagi bila kita bicara tentang isyu nasional, seperti kejadian di Sampang Madura terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang bernar, seakan sudah tertutup pintu dialog antar kelompok.

Menjelang pemilu ini adalah saat sedang di ujinya persatuan kita. Banyak orang yang sengaja melontar fitnah atau black campaign, ke-orang atau kelompok tertentu sehingga menimbulkan rekasi negative, kemudian reaksi negative itu dimanfaatkan kembali oleh seseorang atau kelompok lain untuk mendapatkan suara. Jelas sudah bahwa sesungguhnya banyak orang yang menggadaikan Cintanya demi sebuah kepentingan pribadi maupun kelompok, bukan kepentingan bersama yang dapat menimbulkan persatuan dan kedamaian.

Sahabat yang baik, sedih rasanya jika melihat konflik antar agama, antar suku, antar kelompok maupun antar negara, padahal Tuhan menciptakan manusia dimuka bumi bukan untuk berperang, bukan untuk membenci, melainkan Dia menciptakan manusia dimuka bumi untuk menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi secara etimologi khalifah diartikan sebagai perwakilan. Dengan demikian jelaslah bahwa Tuhan yang Maha Baik meniupkan sifatNya kedalam diri kita. Saya yakin apapun agamanya apapun sukunya, apapun warga negaranya, jika dia bukan ateis pasti dia akan mengakui bahwa Tuhan itu adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jadi tentu, jika kita percaya dengan Tuhan harusnya mereka berkasih sayang dengan siapapun dan dimanapun iya berada.

Ya, kasih sayang, inilah yang saya sebut dengan Cinta (Love). Seperti Tuhan mencintai ciptaanNya, tanpa mengharapkan dibalas cintaNya, walau bagaimanapun hambanya berbuat nista Tuhan Yang Maha Pengasih membuka pintu taubat serta memaafkan kesalahanya. Bayangkan jika setiap manusia sadar untuk apa dia diciptakan dimuka bumi, pasti dia akan memberikan Cinta pada semua, dan saya yakin tidak adalagi perceraian, tidak adalagi pertikaian, bahkan tidak adalagi peperangan. Yang ada hanyalah Kedamaian (Peace), dan saya yakin 2 kata inilah yang dirindukan oleh semua orang agar hidup dan kehidupannya bahagia selamanya.

 Maka sekarang mari kita buktikan bersama

Siapa yang merupakan khalifah Tuhan dimuka bumi,

Saling mengasihi, saling menyayangi dan saling berbagi

Untuk Negeri yang gemah ripah lohjinawi,

Untuk kehidupan dunia yang harmoni

Sehingga disurga nanti, kita kan disatukan kembali

 Amiin.

Salam Kaizen (Continuous Improvement)

Inspired By :

Key Rifdan Anshori

Let’s Make Indonesia Improvement

Kaizen Indonesia

www.kaizenindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose