Hopeless no, Opportunity yes

Hopeless no, Opportunity Yes

Opportunity newSaat kampanye sudah mulai tiba, hati-hati banyak para caleg yang mulai memberikan harapan atau peluang usaha atau apapun namanya, yang terkadang hanya sebuah omongan saja tanpa ada bukti nyata. Berbeda tapi tak sama, setali tiga uang….dengan seseorang yang biasa obral anji pada saat ada maunya. Orang-orang yang seperti ini dapat kita temui dimana-mana, alam dunia percintaan misalkan kita sering mendengar istilah PHP (Pemberi Harapan palsu), mengumbar kata cinta, kata sayang serta janji-janji setia eh….ternyata mendua, tapi ternyata bukan hanya dunia percintaan yang ada PHPnya, dalam dunia kerja juga sering kali para pelamar kerja mendapat PHP dari recruiternya atapun atasanya, seperti “jika kamu kerjanya bagus 3 bulan langsung diangkat tetap…”, “jika kamu kerjanya bagus 3 bulan langsung naik gaji…” nah lain lagi dengan dunia usaha atau perdagangan, seringkali para pedagang memberikan harapan palsu pada konsumennya atau kliennya, seperti “Jika anda beli sekarang maka dapatkan….”, atau “saya akan berikan project ini ke anda setelah anda memberikan ide-ide kreatif anda pada materi saya” dalam kenyataanya tidak ada project yang diberikan malah berdalih segala macam.

Pemberi harapan palsu disingkat PHP berdampak langsung pada si korban sehingga tidak heran banyak orang yang putus asa, tidak semangat, putus harapan (Hopeless), sedangkan dampak PHP ini pada pelakunya adalah hilangnya kepercayaan seseorang pada dirinya. sehingga si-pelaku tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain.

Sahabat yang baik, sesungguhnya orang yang memberikan harapan ke orang lain itu merupakan sebuah janji, janji harus ditepati, karena janji adalah hutang. Jadi sekarang sudah jelas siapa orang yang paling banyak hutangnya…? ya..dialah para PHP pemberi harapan palsu. Berikut saya akan berikan tips atau cara terhindar dari PHP :

1. Jangan Mudah Percaya Dengan Orang lain

Ada seorang guru yang mengatakan “berbuat baik harus dengan ilmu, karena jika berbuat baik tanpa ilmu maka kebaikan itu akan dikalahkan dengan kejahatan yang menggunakan ilmu” so, fikirkan matang-matang sebelum mempercayai orang lain

2. Lihat situasi dan kondisi

Terkadang kita perlu melihat kapan saatnya kita percaya pada orang lain, sering kali kita tidak melihat moment yang akhirnya membuat seseorang melakukan PHP ke kita. Contoh : sudah jelas ini sedang momentnya pemilu pastilah banyak orang yang melakukan PHP untuk kepentingan dirinya.

3. Mintalah bukti tertulis

Ya..para pemberi harapan palsu biasanya tidak berani mengumbar janjinya di atas kertas, biasanya mereka hanya berani di bibir saja, maka dari itu segera minta dia untuk menuliskan janji-janjinya dalam satu kertas bila perlu bermatrei.

4. Uji kebenaran janjinya

Perlu diperhatikan bahwa seorang yang PHP harus di uji kebenarannya, lakukan kontroling dari setiap janji yang dia berikan.

5. Gunakan Logika

Jika siang itu terang maka malam gelap. mudah saja, sering orang dimainkan perasaannya oleh pelaku PHP sehingga dia sudah tidak bisa lagi berfikir logis dengan apa yang dijanjikan.

6. Percaya pada yang Satu

Ada Dia yang selalu memberikan harapan yang pasti, janjiNya selalu ditepati, selalu memberi yang terbaik untuk kita. Jadi percayalah pada yang Satu dan tidak ada 2nya. karena Dia lah satu-satunya tempat kita berharap dan meminta, Dialah satu-satunya yang mampu menentukan segala.

7. Ubah harapan menjadi peluang

Netralkan fikiran kita dari segala harapan atau janji-janji yang dia buat, dengan mengatakan dalam hati kita bahwa “tanpa bantuan dia saya bisa kok” hal inilah yang akhirnya membuat diri kita optimis, dan selalu melihat peluang ( Opportunity ). Ketika seseorang mengumbar janji atau harapan palsu ke kita merupakan pilihan kita apakah akan kita ambil pelajaran ataukah sebaliknya. Jika kita mampu mengambil pelajaran, sesungguhnya saat itu peluang terbuka lebar untuk kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat untuk orang lain pasti akan ada ganjaran kebaikan untuk diri sendiri, begitupun sebaliknya. So ayo bersama berlomba-lomba dalam kebaikan. sehingga kita mampu mengatakan Hopeless no, Opportunity Yes…

Salam Kaizen …Continuous Improvement, Hopeless No, Opportunity yes…

Inspired By :

Key Rifdan Anshori

Let’s Make Indonesia Improvement

Kaizen Indonesia

www.kaizenindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose